
Gubernur Apolo Safanpo Resmikan TK Lanud J.A Dimara, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menjelaskan tujuan pendidikan nasional disela-sela peresmian sekolah taman-taman kanak (TK) yang dibangun oleh Angkatan Udara J.A Dimara
"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Provinsi Papua Selatan kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Danlanud J.A Dimara bersama jajaranya telah ikut membantu pemerintah di Provinsi Papua Selatan dengan menyediakan Gedung Taman Kanak-Kanak (TK) bagi anak-anak kita untuk belajar disini,"kata Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo saat menyampaikan sambutannya di TK Lanud J.A Dimara,Senin (17/3/2025).
Gubernur Apolo mengatakan, sebenarnya hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan itu adalah hibah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang bisa digunakan untuk apa saja, operasional maupun kegiatan-kegiatan lainnya.
"Tapi pak Danlanud berkenan untuk membangun gedung TK dan ini akan sangat membantu anak-anak kita yang membutuhkan layanan pendidikan,"ujarnya.
"Mudah-mudahan gedung TK ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi anak-anak kita yang tidak memperopeh kesempatan untuk mengenyam pendidikan maupun di tingkat selanjutnya yang akan kita sama-sama upayakan,"kata dia.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang sistem pendidikan nasional bahwa hakikat dari
pembangunan yang dilaksanakan yaitu pembangunan fisik dan non fisik.
Gubernur Apolo menjelaskan, secara khusus tujuan pembangunan nasional yaitu ingin menciptakan manusia Indonesia yang utuh. Manusia Indonesia yang utuh itu harus memiliki tiga hal.
"Kalau salah satu dari ketiga hal itu tidak dimiliki oleh anak kita maka dia buka manusia yang utuh,"ujarnya.
Lanjut dia, ketiga hal tersebut yakni pertama tujuan pelaksanaan pendidikan nasional adalah untuk membentuk manusia Indonesia yang memiliki budi pekerti, karakter dan pendidikan moral yang baik.
Kedua, memberikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peserta didik. Selanjtnya ketiga, memberikan keterampilan kepada peserta didik.
"Jadi, ilmu pengetahun, teknologi dan keterampilan itu kita sebut sebagai kompetensi maka diseluruh dunia disemua satuan-satuan pendidikan secara berjenjang dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi,"kata dia.
Dia mengatakan, semua mengejar kompetensi yang tinggi, kualitas yang tinggi, kualifikasi yang tinggi bagi peserta didiknya.
"Tetapi tujuan yang utama bahwa kita ingin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan universal berupa budi pekerti, karakter pendidikan moral,"ujarnya.
"Oleh karena itu, kalau salah satu dari ketiga itu tidak dimiliki maka anak kita tidak utuh,"kata dia.
Misalnya, kata dia, mempunyai ilmu yang tinggi, pengetahuan yang tinggi, keterampilan yang tinggi,dan juga menguasai teknologi yang tinggi tetapi dia tidak punya budi pekerti yang baik maka dia tidak utuh.
"Budi pekerti memiliki disiplin, bagimana anak-anak kita itu menghormati orang lain, menghargai orang lain, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa itu aspek nilai atau felyou education,"ujarnya.
Oleh karena itu, para menteri selalu menekankan bahwa dalam mendesain kurikulum atau materi pembelajaran harus mencerminkan ketiga hal tersebut.
"Jadi, jangan sampai kurikulum atau pelajaran yang kita berikan kepada anak-anak kita mulai dari tingkat paling rendah sampai tingkat tinggi itu meluluh ilmu pengetahuan saja, keterampilan saja,teknologi saja, tetapi aspek-aspek budi pekertinya tidak terakomodir dalam materi-materi pembelajaran,"kata dia.
Biasnya pendidikan paling rendah yakni TK materi pendidikannya kebanyakan budi pekerti. Nanti dari kelas satu sampai kelas tiga di Sekolah Dasar (SD) ada presentase budi pekertinya kurang lebih 70-80 persen dan 30 persen ilmu pengetahuan.
Kemudian, nantinya dikelas lima sampai kelas enam bisa berubah bisa 50 persen budi pekerti atau pendidikan karakter dan 50 persen ilmu pengetahuan dan keterampilan.
"Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yakni 60-70 persen ilmu pengetahuan, keterampilan,tetapi kita masih mempertahankan budi pekerti, pendidikan karakter antara 30-20 persen,"ujarnya.
Selanjutnya, di Sekolah Menengah Atas (SMA) naik lagi 90 persen ilmu pengetahun, pendidikan karakter masih ada 10 persen. Selanjutnya, di Perguruan Tinggi sudah tinggal 5 persen karena orangnya sudah dewasa dan sudah bisa belajar sendiri.
"Oleh karena itu, atas nama pemerintah dan masyarakat Papua Selatan kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Danlanud dan jajarannya yang sudah mengalokasikan anggarannya untuk membangun TK yang memungkinkan anak-anak kita untuk bisa mendapatkan tempat belajar yang layak, dan nyaman,"kata dia.
Gubernur Apolo berharap, melalui TK itu mudah-mudahan anak-anak bisa mendapatkan pendidikan budi pekerti dan karakter yang akan membentuk mereka dikemudian hari.
Sekedar informasi, setelah menyampaikan sambutan, Gubernur Apolo Safanpo mengunting pita pertanda gedung TK J.A Dimara resmi diresmikan.
- APBD Pemprov
- Asmat
- Boven Digoel
- Boven digoel
- GMKI
- MRP
- Mappi
- Papua
- Papua Selatan
- Pemilu 2024
- Selatan
- artikel
- asmat
- berita
- berita papua selatan
- bovendigoel
- evaluasi apbd
- kominfo
- mappi
- merauke
- nusantara
- papua selatan
- papuaselatan
- pemilu
- pj. gubernur papua selatan
- politik
- provinsi papua selatan
- selatan
- telekomunikasi
- telkom
-
Tags: