Gubernur Apolo Ajak Aliansi Sasak Lombok Berkontribusi Untuk Daerah

Minggu,13 September 2026

Merauke - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyebut Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Sasak Lombok Indonesia Provinsi Papua Selatan berkontribusi untuk daerah ini.

Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan mengucapkan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan kepada ketua dan seluruh pengurus untuk mengabdi,berbakti, berkontribusi, untuk daerah ini.

"Mari kita sama-sama ikut berkontribusi, berkarya, mengabdi, membangun negeri ini,"kata Gubernur Safanpo disela-disela sambutannya dalam acara pelantikan DPW Aliansi Sasak Lombok Indonesia Provinsi Papua Selatan di Hotel Halogen Merauke, Minggu (13/9/2026).

"Mari kita sama-sama menjaga kebersamaan, persatuan, tali silaturahmi yang sudah dibangun, dan dibina oleh para leluhur kita, para senior, dan orang tua kita,"ujarnya.

Menurutnya, dengan menjaga dan memelihara itu maka hidup secara harmonis dan membangun wilayah ini dalam upaya bersama untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di Papua Selatan. 

Melalui momentum itu, Apolo menyebut di India ada empat kasta yakni Waisya,Kesatria, sosial dan brahmana. Kasta sosial, dalam ilmu filsafat bukan kasta sosial, itu adalah tingkat kesadaran.

Ia mengatakan, tingkat pemikiran, intelektualitas manusia. Jadi kalau manusia dalam tahap sungkan, itu adalah manusia yang tingkat kesadarannya, pemikirannya, karyanya, pelayanannya, pengabdiannya, untuk kepentingan dirinya sendiri.

"Dia yang urus dirinya, istrinya, anak-anaknya, keluarganya yang dia urus,"ujarnya.

Kemudian, kasta waisya itu adalah manusia yang tingkat kesadarannya, pemikirannya,karya-karyanya, pengabdiannya pelayanan diri untuk mengurus warganya, paguyubannya, komunitasnya, sukunya, partainya, etnisnya, dan kelompoknya. 

Selanjutnya, orang pada kasta ksatria adalah orang yang tingkat kesadarannya, emosionalnya, pemikirannya, karya penyelidikannya untuk bangsanya, dan mengurus rakyatnya serta bangsanya. 

Sementara kasta brahman yaitu orang yang tingkat kesadarannya, emosionalnya, dan pemikirannya jauh lebih tinggi apa yang dia lakukan karya pengabdian, dan mengurus nilai budaya kemanusiaan universal.

Bahkan di kasta ini, katanya,dia sudah tidak mengurus dirinya lagi, kelompoknya,tetapi orang yang sadar bahwa seluruh makhluk di awal semesta adalah karya agung ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. 

"Tidak ada satu makhluk atau tidak ada satu manusia pun yang mampu menciptakan keanekaragaman. Tidak ada makhluk yang mampu menciptakan kebhinekaan,"tegasnya.

Apolo menjelaskan, kebhinekaan itu adalah mutlak, absolute, karya ciptaan Tuhan. Oleh karena kebhinekaan adalah ciptaan Tuhan maha kuasa yang wajib menjaga, memelihara, dan menghormati kebhinekaan. 

"Oleh karena itu, mari kita sama-sama jaga anugerah yang Tuhan dikaruniakan kepada kita,"katanya.

Ia menambahkan, kebhinekaan budaya, etnis, dan keanekaan agama yang lain lain adalah keindahan yang Tuhan karuniakan. Mari  jaga pelihara, dan membangun negeri ini bersama-sama.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

  • Tags:
  • #Studi Di Inggris
  • -Transportasi Bus ASN
  • 120 Tahun Masuknya Injil
  • 121 Tahun Injil Merauke
  • 1447
  • 200 kupon
  • 2025–2029
  • 32
  • 38 Ribu Anak Tidak Sekolah
  • 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting

Share post :