Gubernur Apolo Ajak LDII Kerjasama-Kolaborasi Wujudkan Pembangunan

Sabtu,18 Juli 2026

Merauke -  Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bekerjasama dan berkolaborasi dalam mewujudkan pembangunan di daerah tersebut

Demikian disampaikannya dalam sambutan saat menghadiri Silahturahmi antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama  (LDII) di halaman Masjid Baitul Makmur Merauke, Sabtu (18/7/2026).

Apolo menyebut, seluruh negara dan bangsa didunia sedang bertransformasi melakukan pembangunan di negaranya masing-masing, termasuk Indonesia.

Menurutnya, tujuan melaksanakan pembangunan diberbagai bidang dan sektor yaitu ingin menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Untuk mencapai itu, kata Apolo, maka pembangunan dilaksanakan dalam bidang dan tugas serta panggilan masing-masing.

Ia menegaskan, pemerintah pusat dan daerah tak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan pembangunan nasional. Pemerintah membutuhkan kerjasama, kolaborasi dan keterlibatan seluruh elemen dan komponen bangsa.

"Kita semua harus mengambil bagian, ikut berkontribusi, memberikan sumbangan pemikiran dan sumber daya yang dimiliki untuk membangun kesejahteraan dilingkungan tempat tinggal, tempat kerja, dan di seluruh negara kita,"kata dia.

Melalui momentum itu, Gubernur Apolo mengajak warga LDII menumbuhkan silahturahmi untuk menjaga persaudaraan, ukhuwah di antara seluruh bangsa

Menurut dia, pertemuan ini merupakan bagian dari menjaga persatuan, kebersamaan, tali silahturahmi yang ditumbuh kembangkan oleh para pendiri bangsa, leluhur dan orang tua.

"Perbedaan pandang dan pendapat hendaknya disampaikan dengan cara bermartabat,"ujar Gubernur Apolo Safanpo disela-sela sambutan.

Ia mengatakan, negara ini memiliki undang-undang nomor 9 tahun  1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.

"Jadi, perbedaan pendapat itu tidak dilarang baik dalam menyampaikan pendapat dalam bentuk lisan maupun tertulis diruang privat maupun publik,"kata dia.

Tapi, lanjut dia, dalam menyampaikan pendapat harus memperhatikan etika, tatakrama, budi pekerti dan menjaga kewibawaan diri masing-masing.

Kata orang bijak, menurut dia, ada dua kewibawaan, pertama kewibawaan fisik terletak pada jasmani, cara menampilkan diri diruang publik didepan umum.

Lanjut dia, pakaian yang dikenakan menunjukkan identitas yang bersangkutan. Selanjutnya, kedua yaitu kewibawaan jiwa, terletak pada setiap kata yang diucapkan dari mulut mencerminkan hati.

Untuk itu, tambah dia, dalam menyampaikan pendapat, walaupun tidak dilarang tetapi harus menyampaikannya secara bermartabat, saling menghargai, menghormati dan tolong-menolong.

Sekedar informasi, setelah menyampaikan sambutan, Gubernur Apolo Safanpo menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta dan 300 paket sembako kepada warga LDII.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

  • Tags:
  • -Transportasi Bus ASN
  • 120 Tahun Masuknya Injil
  • 1447
  • 200 kupon
  • 2025–2029
  • 32
  • 38 Ribu Anak Tidak Sekolah
  • 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
  • 8 Aksi Konvergensi
  • ADINKES

Share post :