Gubernur Apolo Apresiasi Kolaborasi Kemitraan Pengawasan Barang

Rabu,2 September 2026

Merauke - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengapresiasi kemitraan penegak hukum terkait pengawasan barang.

Demikian disampaikannya disela-sela konferensi pers terkait 1.498.800 batang rokok ilegal hasil penindakan di Dankodaeral XI Merauke, Rabu (2/9/2026) sore.

Rokok ilegal tersebut diamankan Kodaeral XI Merauke pada 28 Juli 2026 di Kompleks KNS I, Jalan Irian Seringgu, Merauke.

Sebanyak 94 dus rokok diamankan dalam penindakan tersebut. Jika dihitung dalam satuan batang, jumlahnya mencapai 1.498.800 batang.

Apolo mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Forkopimda Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Merauke, serta seluruh masyarakat Papua Selatan, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Ucapan terima kasih disampaikan atas kolaborasi, kerja sama, dan kemitraan yang telah terjalin dengan sangat baik antara seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum yakni Kepolisian, Dankodaeral XI Merauke, Kejaksaan Negeri Merauke, Bea dan Cukai serta instansi teknis, pelaku usaha, serta seluruh komponen masyarakat.

Apolo mengatakan, kerja sama tersebut secara khusus dilakukan dalam rangka memperkuat pengawasan terhadap supply chain atau rantai pasok dan distribution chain atau rantai distribusi, baik terhadap pergerakan orang, barang, maupun jasa di wilayah Provinsi Papua Selatan, khususnya di Kabupaten Merauke.

"Pada sore hari ini, kita bersama-sama menyaksikan salah satu hasil nyata dari kerja sama dan pengawasan tersebut, yaitu pemusnahan barang bukti rokok ilegal yang berhasil diamankan melalui kerja sama Kodaeral XI Merauke, Kantor Bea dan Cukai Merauke, Kepolisian, Kejaksaan Negeri Merauke, serta seluruh unsur terkait lainnya,"katanya.

Menurutnya, pemusnahan barang ilegal ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melakukan pengawasan, penertiban, dan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kegiatan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

Ia mengatakan, dengan pengawasan yang semakin baik dan kolaborasi antarlembaga yang semakin kuat, kita dapat meminimalkan potensi terjadinya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dalam rantai pasok maupun rantai distribusi barang dan jasa di wilayah Papua Selatan.

"Apa yang kita saksikan pada sore hari ini merupakan salah satu bukti bahwa kolaborasi antarlembaga dapat memberikan hasil yang nyata,"ujarnya.

Apolo berharap pola kerja sama seperti ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Pengawasan harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan, ditingkatkan kualitasnya, dan diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi pelabuhan, instansi perdagangan, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat.

"Kita ingin membangun sistem distribusi barang dan jasa yang aman, tertib, transparan, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,"kata dia.

Dengan demikian, kata dia, stabilitas keamanan dapat kita jaga, stabilitas harga dapat kita kendalikan, dan stabilitas perekonomian di Provinsi Papua Selatan dapat terus kita tingkatkan.

Pada akhirnya, lanjut dia, tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah memberikan manfaat sebesar- besarnya bagi masyarakat.

Ia menegaskan, masyarakat Papua Selatan harus dapat menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari secara normal, aman, dan produktif, dengan ketersediaan barang yang cukup serta harga yang terjangkau.

Apolo menambahkan, semoga sinergi dan kolaborasi ini terus kita pertahankan dan tingkatkan demi terciptanya Papua Selatan yang aman, tertib, maju, dan sejahtera.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

  • Tags:
  • -Transportasi Bus ASN
  • 120 Tahun Masuknya Injil
  • 121 Tahun Injil Merauke
  • 1447
  • 200 kupon
  • 2025–2029
  • 32
  • 38 Ribu Anak Tidak Sekolah
  • 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
  • 8 Aksi Konvergensi

Share post :