Gubernur Apolo Tekankan Perguruan Tinggi Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas

Selasa,16 Juni 2026

Merauke - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menekankan perguruan tinggi agar terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan

Hal iti disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Yamra Merauke yang berlangsung di MBS Hotel Merauke, Selasa (16/6/2026).

Ia mengatakan, ke depan perguruan tinggi dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.

Apolo menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, sistem pendidikan tinggi di Indonesia diselenggarakan dalam tiga jalur utama, yaitu pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

Pendidikan akademik meliputi program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kajian akademik.

Namun, kata dia, perkembangan dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar gelar akademik. Banyak bidang pekerjaan yang mensyaratkan kompetensi profesional yang dibuktikan melalui pendidikan profesi.

Sebagai contoh, lanjut dia, seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan teknik sipil belum tentu dapat langsung menjalankan praktik profesional tertentu tanpa mengikuti pendidikan profesi dan memperoleh sertifikasi yang dipersyaratkan.

Demikian pula lulusan arsitektur yang harus menempuh pendidikan profesi arsitek sebelum dapat menjalankan praktik secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut, saat ini Indonesia memiliki ribuan perguruan tinggi yang terdiri atas perguruan tinggi negeri maupun swasta. Keberadaan institusi-institusi tersebut menunjukkan komitmen negara dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi seluruh anak bangsa.

Meski demikian, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Peran perguruan tinggi swasta, yayasan pendidikan, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen bangsa sangat penting dalam mendukung pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, dalam konteks pemerataan pendidikan, terdapat prinsip yang sangat penting, yaitu keterbukaan akses (open access). Pendidikan tinggi harus dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat tanpa memandang lokasi geografis.

"Negara harus hadir memberikan layanan pendidikan hingga ke wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, daerah pegunungan, lembah, maupun kawasan pedalaman,"kata dia.

Prinsip berikutnya adalah fleksibilitas layanan (open place), yakni pendidikan dapat diakses di mana saja oleh masyarakat yang membutuhkan.

Tidak semua peserta didik harus hadir secara fisik di kampus utama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas.

Selain itu, terdapat prinsip open method, yaitu penggunaan berbagai metode pembelajaran yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Apolo menegaskan, pembelajaran dapat dilakukan melalui perkuliahan tatap muka, modul pembelajaran, pembelajaran jarak jauh, teknologi digital, maupun berbagai inovasi pendidikan lainnya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, tambah dia, pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan semakin inklusif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di masa mendatang.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

  • Tags:
  • -Transportasi Bus ASN
  • 120 Tahun Masuknya Injil
  • 1447
  • 200 kupon
  • 2025–2029
  • 32
  • 38 Ribu Anak Tidak Sekolah
  • 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
  • 8 Aksi Konvergensi
  • AMDAL

Share post :