Gubernur-MRP Papua Selatan Hadiri HUT 121 Tahun Gereja Katolik Masuk Merauke
Jumat,14 Agustus 2026
Merauke - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan provinsi setempat, Michael R Gomar bersama Ketua Majelis Rakyat Provinsi Papua Selatan, Demianus Katayu menghadiri hari ulang tahun (HUT) ke-121 gereja katolik masuk Kabupaten Merauke.
HUT yang diperingati dalam bentuk misa syukur 121 tahun Injil/Misi Gereja Katolik Merauke itu berlangsung di Patung Kristus Raja Semesta Alam Merauke, Jumat (14/8/2026).
"Melalui HUT ini, kita diajak untuk melakukan refleksi atas kehidupan kita sebagai umat beriman. Kita tidak hanya dipanggil untuk menyandang nama sebagai orang Katolik, tetapi juga untuk menghadirkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari,"kata Uskup Agung Merauke, Petrus Kanisius Mandagi dalam sambutannya.
Mandagi menegaskan, berbagai persoalan dalam kehidupan, termasuk korupsi dan berbagai bentuk penyimpangan lainnya, tidak terlepas dari persoalan keluarga dan kehidupan moral.
Lanjut dia, ketika keluarga mulai kehilangan kebiasaan berdoa, tidak lagi membaca Kitab Suci, dan semakin jauh dari kehidupan gereja, maka nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan tanggung jawab semakin melemah.
Karena itu, kata dia, menjadi orang Katolik bukan hanya soal identitas. Iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata: hidup dalam kebenaran, hidup dalam kejujuran, menolak korupsi, dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain.
"Kita patut belajar dari teladan dan pesan para pemimpin gereja. Paus Fransiskus, misalnya, mengingatkan para imam agar dekat dengan umat, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan hadir di tengah-tengah mereka,"ujarnya.
Menurutnya, pesan tersebut mengingatkan umat bahwa iman tidak boleh berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
"Saya juga teringat pada pesan Paus Yohanes Paulus II bahwa kebenaran dan kehidupan dalam kebenaran merupakan fondasi yang kuat bagi hubungan manusia dengan Tuhan,"kata dia.
"Pesan ini sangat penting bagi kita. Kalau kita ingin membangun masyarakat yang baik, pemerintahan yang bersih, dan kehidupan keluarga yang kuat, maka semuanya harus dimulai dari keberanian untuk hidup dalam kebenaran,"ujarnya.
Mengakhiri sambutan, Mandagi mengutip pesan Paus Fransiskus mengenai korupsi. Korupsi merupakan dosa berat yang digambarkan sebagai luka bernanah dan merupakan bentuk penghujatan kepada Allah, karena korupsi menyengsarakan kaum lemah serta merusak kehidupan masyarakat.
"Karena itu, jangan sampai kita membiarkan korupsi tumbuh dalam kehidupan kita. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dari lingkungan kerja, dan dari kehidupan bermasyarakat,"kata dia.
Mandagi mengajak umat katolik menjadi orang-orang yang tidak hanya mengaku beriman, tetapi sungguh- sungguh hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih kepada sesama.
Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan
- Tags:
- -Transportasi Bus ASN
- 120 Tahun Masuknya Injil
- 121 Tahun Injil Merauke
- 1447
- 200 kupon
- 2025–2029
- 32
- 38 Ribu Anak Tidak Sekolah
- 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
- 8 Aksi Konvergensi