Komite Percepatan Pembangunan Papua Ratas Bahas Penembakan Danowage
umat,20 Februari 2026
Merauke - Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus pembangunan Papua menggelar rapat terbatas (ratas) guna membahas kasus penembakan pesawat Smart Air di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten, Boven Digoel pekan lalu
Demikian disampaikan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo melalui keterangan yang diterima pada Jumat (20/2/2026).
"Jadi, Kamis (19/2/2026) kemarin, ada rapat terbatas (ratas) komite eksekutif percepatan otonomi khusus pembangunan Papua terkait kasus penembakan di Kampung Danowage pada Rabu (11/2/2026) pekan lalu,"kata dia.
Apolo mengatakan, ratas digelar lantaran dimintai keterangan dari istana kepresidenan mengenai penanganan masalah pasca aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan pilot dan co-pilot di Danowage, pekan lalu.
Dia menjelaskan, selama ini, para petugas kesehatan di Danowage berada di Distrik Yaniruma. Kala itu terjadi baku tembak antara aparat TNI/Polri dengan KKB, sehingga menimbulkan kepanikan di masyarakat dan juga warga didaerah itu.
Ia menyebut, warga pendatang banyak yang mengungsi termasuk Aparat Sipil Negara (ASN) bidang kesehatan yakni bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.
"Pada hari itu juga kita langsung tangani, kita lakukan evakuasi dan sebenarnya tenaga kesehatan (nakes) kita berjumlah 31 orang,"ujar Gubernur Apolo.
Tetapi, menurut Apolo, dari 31 orang itu dua di antaranya tidak ikut dalam pengungsi yang dipulangkan, keduanya tetap tinggal lantaran mereka warga asli Yaniruma.
Sementara, lanjut dia, 29 nakes itu dipulangkan dari Yaniruma ke Distrik Zenggo, Kabupaten Mappi, selanjutnya mereka naik speedboad ke Keppi, ibu kota Kabupaten Mappi lalu ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Sedangkan aparat distrik di Yaniruma, kata dia, ditangani oleh Bupati Boven Digoel dan sudah sampai di Tanah Merah. Semua pengungsi sudah dievakuasi, situasi juga tetap aman dan kondusif.
Sekedar informasi, penanganan cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Selatan pasca penembakan Danowage itu mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan para bupati di wilayah tersebut dalam menangani para pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang tengah bertugas, pascainsiden penembakan terhadap dua pilot pesawat.
Wamendagri Ribka Haluk mengatakan, respons sigap tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan aparatur serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan dan para bupati se-wilayah Papua Selatan yang telah cepat melakukan langkah-langkah penanganan terhadap para] pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang sedang mengabdi,” ujar Ribka di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, koordinasi cepat antara pemda dan unsur terkait menjadi kunci dalam penanganan awal situasi di lapangan. Kemendagri pun terus membangun komunikasi intensif guna memastikan langkah lanjutan berjalan terarah dan terkoordinasi.
Sekedar informasi, Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT. Smart Air Aviation ditembak di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Pesawat tersebut terbang dari Tanah Merah tujuan Lapangan Terbang Korowai Batu Kampung Danowage dengan membawa 13 penumpang.
Namun, saat tiba di Lapangan Terbang Korowai Batu, pesawat ditembaki. Pilot bersama co-pilot dan para penumpang menyelamatkan diri ke hutan.
Meski sempat melarikan diri ke dalam hutan, pilot dan co-pilot ditemukan oleh para penembak, dan dieksekusi hingga keduanya meninggal dunia.
Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan
- Tags:
- 120 Tahun Masuknya Injil
- 1447
- 200 kupon
- 2025–2029
- 32
- 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
- 8 Aksi Konvergensi
- AMDAL
- APBD Pemprov
- ASN