Pemprov Papsel Dorong 500 Rumah Penyuluh Pertanian Dibangun di Setiap Kabupaten

Rabu,23 September 2026

Pemprov Papsel Dorong 500 Rumah Penyuluh Pertanian Dibangun di Setiap Kabupaten

Merauke  – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong Kementerian Pertanian memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan tempat tinggal dan kantor bagi para penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Tanah Papua.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa dalam Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian se-Papua Raya di Swisbel-hotel Merauke, Rabu (23/9/2026), 

Menurutnya, perlunya pembangunan rumah penyuluh hingga ke tingkat distrik agar para PPL dapat menjalankan tugas dengan lebih aman dan optimal.

Bahkan, kata dia, pemerintah daerah mengusulkan agar tersedia sedikitnya 500 rumah penyuluh di setiap kabupaten.

"Diharapkan 500 rumah penyuluh dibangun di setiap kabupaten. Bila perlu disediakan di distrik,"kata dia.

Selain rumah, menurut dia, para penyuluh juga dinilai membutuhkan kantor sebagai tempat menjalankan aktivitas pelayanan dan pendampingan kepada petani.

Lanjut dia, kebutuhan tersebut dinilai penting karena para penyuluh bekerja langsung di lapangan dengan wilayah tugas yang luas dan kondisi geografis yang tidak mudah. Peningkatan kesejahteraan penyuluh juga menjadi salah satu sorotan utama.

Menurutnya, kesejahteraan PPL harus menjadi perhatian karena penyuluh merupakan salah satu unsur penting yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian di tingkat masyarakat.

"Kalau mereka sudah sejahtera, mereka akan berusaha untuk menyejahterakan petani. Tapi kalau mereka belum sejahtera, mereka tidak akan bekerja untuk kesejahteraan petani," ujarnya.

Karena itu, kesejahteraan penyuluh dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jadi PPL-nya harus sejahtera, baru bisa sejahtera petani," tegasnya.

Para penyuluh juga diminta menyadari posisi strategis mereka sebagai bagian dari kekuatan pembangunan pangan di Tanah Papua.

Mereka diharapkan menjadi sumber kekuatan sekaligus penggerak yang memastikan kebutuhan pangan masyarakat Papua dapat terpenuhi.

Paskalis menegaskan, data Pertanian harus dikawal ketat. Selain persoalan sarana dan tempat tinggal, perhatian juga diberikan terhadap pengelolaan data pertanian.

Para penyuluh diminta memastikan data yang dikumpulkan dari lapangan benar-benar dikawal dan digunakan untuk kepentingan pembangunan pertanian.

Data yang dihimpun, menurutnya, jangan hanya sekadar diisi, tetapi harus diverifikasi dan dijaga agar tidak disalahgunakan.

"Jangan hanya data diisi, tapi data itu juga dikawal. Jangan sampai data itu dipakai untuk kepentingan yang tidak semestinya, apalagi dipakai untuk online. Ini juga harus dikawal," ujarnya.

Ia mengatakan, PPL diharapkan menjadi garda terdepan sekaligus panutan bagi petani, baik di wilayah pedesaan, distrik, kabupaten maupun provinsi.

Mereka juga diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian dan pangan di Papua.

Paskalis juga meminta agar komoditas Karet Jangan Dilupakan. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengingatkan agar pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan di Papua Selatan tidak hanya berfokus pada kopi maupun kelapa sawit.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

  • Tags:
  • #Bazar Murah
  • #Studi Di Inggris
  • -Transportasi Bus ASN
  • 120 Tahun Masuknya Injil
  • 121 Tahun Injil Merauke
  • 1447
  • 200 kupon
  • 2025–2029
  • 32
  • 38 Ribu Anak Tidak Sekolah

Share post :