Pemprov Papua Selatan Harap FGD-IDI Bermanfaat Bagi Kebijakan Umum
Selasa,3 Maret 2026
Merauke - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan berharap Focus Group Discussion (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kebijakan umum di daerah tersebut
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi kebijakan umum di provinsi ini, agar masyarakat didaerah ini bisa hidup berdemokrasi dengan baik.
Demikian disampaikan Asisten I Setda Papua Selatan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Agustinus Joko Guritno saat mewakili Gubernur Apolo Safanpo membuka FGD-IDI yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Papua Selatan di Hotel Corein Merauke, Selasa (3/3/2026).
"Anggaran tahun 2026 ini kita sudah mulai berjalan,hari ini Kesbangpol Papua Selatan mengawali kegiatan dengan melakukan FGD tentang Indeks Demokrasi Indonesia,"kata Guritno mengawali sambutan.
Guritno menyebut, Indeks Demokrasi sangat penting lantaran negara ini merupakan negara demokrasi, untuk itu didaerah juga bagian dari NKRI menjalankan sistem demokrasi.
"Tentunya, kita sudah tau bahwa demokrasi kita berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan pancasila, sehingga kita punya ciri khas tersendiri dalam hidup berdemokrasi,"ujarnya.
Ia mengatakan, demokrasi bukan berarti membatasi demokrasi orang lain,tetapi secara bersama melaksanakan kebersamaan untuk saling terbuka, memberikan informasi antara satu sama lain.
Tapi juga memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat, berpikir, berkumpul dan secara bersama menyampaikan aspirasi dan suara rakyat.
Tidak terlepas, kata dia, Papua Selatan juga merupakan bagian dari wilayah NKRI, ini merupakan bagian dari Kesbangpol untuk menyebarluaskan sistem yang dianut di negara ini.
Menurutnya, Pemprov mengapresiasi Kesbangpol dan BPS Papua dan instansi terkait yang saling bersinergi menyelenggarakan kegiatan ini. Dengan demikian, apa diharapkan untuk mendemostrasikan seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai.
Agustinus mengatakan, perlu patokan dasar, sehingga demokrasi tidak kebablasan karena demokrasi di Indonesia ini ada aturannya, tidak asal-asalan.
"Nantinya dalam FGD kita ketahui bahwa demokrasi bagimana, batasannya bagimana, dan bagimana kita melaksanakan demokrasi itu sesuai harapan negara dan masyarakat,"kata dia.
Selain itu, menurut Agustinus, kegiatan ini juga merupakan satu kriteria dalam berdemokrasi lantaran ada nilai-nilainya, batasan dan ukurannya yang menjadikan patokan bersama.
Ia mengatakan, Pemprov Papua Selatan berharap FGD ini agar dapat berjalan dengan baik, bukan hanya para narasumber yang menyampaikan ilmu dan pengalamannya, tetapi para peserta juga diharapkan dapat shering menyampaikan ilmu dan pengalamannya.
Dengan begitu, lanjut dia,momentum ini hidup, hangat dan semangat, saling mengisi antara satu sama lain, sinergi. Sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat bagi jalannya pemerintahan, hidup bermasyarakat, dan kehidupan generasi muda yang merupakan calon pemimpin dimasa mendatang.
Ia menegaskan setelah kegiatan ini, harus ada hasil yang bisa dijadikan rekomendasi kepada Pemprov Papua Selatan, sebagai kebijakan bagi Gubernur Apolo Safanpo untuk melaksanakan tugasnya membimbing, membina seluruh masyarakat didaerah ini.
"Sehingga kita bisa menghindari hal-hal yang negatif yang terjadi ditengah masyarakat. Kalau kita sudah bisa memberikan rekomendasi kepada gubernur tentunya kebijakan-kebijakan yang diambil di provinsi ini tepat, sesuai dengan arah sasarannya, dan bisa diterima oleh masyarakat,"ujarnya.
Ia menekankan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni dinas, dan badan yang ada ataupun kelompok masyarakat memberikan data yang tidak sesuai kenyataan dilapangan maka bakal berakibat fatal bagi kebijakan yang dibuat pemerintah.
Sehingga, tambah dia, kebijakan-kebijakan itu tidak sesuai dengan harapan masyarakat bahkan lebih cenderung menimbulkan kekacauan atau kericuan ditengah masyarakat.
Sekedar informasi, setelah menyampaikan sambutan, Agustinus Joko Guritno membuka kegiatan itu dengan menabuh tifa.
Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan
- Tags:
- -Transportasi Bus ASN
- 120 Tahun Masuknya Injil
- 1447
- 200 kupon
- 2025–2029
- 32
- 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
- 8 Aksi Konvergensi
- AMDAL
- APBD Pemprov