Perkuat Transisi Energi Terbarukan Delegasi RI Kunjungi RRT
Rabu, 28 Oktober 2026
Beiji – Delegasi Pejabat Pimpinan Tinggi Pemerintah Republik Indonesia yang tergabung dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69 LAN RI melakukan studi benchmarking ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) guna memperdalam pemahaman mengenai praktek tata kelola energi baru terbarukan dan merumuskan rekomendasi percepatan transisi energi nasional, Rabu (28/10/2026)
Delegasi dipimpin oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, Sestama LAN Dr. Andi Taufik dan rombongan. Sementara peserta PKN I dari Papua Selatan hadir Dr. Sucahyo Agung, SIP, MSi, CGRE, CGCAE, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik serta Drs. Albert Alexander Rapami, MSi, Assisten III Sekda Provinsi Papua Selatan.
“Kunjungan delegasi ke Tiongkok menunjukkan bahwa filosofi harmoni yang diwariskan leluhur dapat berjalan beriringan dengan ambisi pengembangan sains dan teknologi masa depan. Pembelajaran ini sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk membangun kepemimpinan adaptif dalam menghadapi tantangan transisi energi khususnya energi baru terbarukan guna mendukung resiliensi nasional,” ujar Muhammad Taufiq.
Sementara Sucahyo Agung menegaskan selain mempelajari aspek teknis dan kebijakan energi baru terbarukan (EBT) delegasi juga melakukan kunjungan social culture observation ke Temple of Heaven serta kunjungan inovasi ke Beijing Science City. Kedua lokasi tersebut memberikan perspektif komprehensif mengenai bagaimana Tiongkok memadukan nilai-nilai budaya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pembangunan nasional.
Dari Temple of Heaven, delegasi mempelajari filosofi tradisional Tiongkok yang menekankan keseimbangan antara manusia, bumi, dan langit. Nilai-nilai tersebut memberi gambaran bahwa komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan tidak lahir secara instan, melainkan berakar pada penghormatan terhadap alam yang diwariskan lintas generasi.
Pemahaman tersebut menemukan relevansinya saat delegasi mengunjungi Beijing Science City, salah satu pusat pengembangan riset dan inovasi teknologi Tiongkok yang berfokus pada energi terbarukan, AI/kecerdasan buatan, dan berbagai teknologi masa depan. Kunjungan ini memperlihatkan bahwa identitas budaya dapat menjadi fondasi yang memperkuat inovasi dan daya saing bangsa, atau yang dikenal sebagai cultural-driven development.
Sehari sebelumnya delegasi juga mengunjungi China National Academy of Governance (CNAG) diterima oleh Prof. Gong Weibin, Wakil Presiden CNAG, Prof. Zhao Zhenhua, Direktur Departemen Ilmu Ekonomi, Ms. Dong Qing, Direktur Depart Kerjasama Internasional dan Prof. Qiao Qongju, Wadir Departemen Ilmu Sosial dan Peradaban Ekologi. Juga diterima petinggi National Energy Administration (NEA) Lu Xiaoling, Wakil Direktur Departemen Kerjasama International CNAG, Kong Tao Wakil Direktur Kantor Energi Baru, Direktorat Energi Baru, Badan Energi Nasional, Xiang Qianfei, Peneliti Tingkat I Kantor Asia-Afrika, Direktorat Internasional, BEN, Li Chuanhua, Wakil Kabag I, Departemen Kerjasama Internasional CNAG serta kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Longqingxia. Seluruh agenda difokuskan pada pendalaman tata kelola sistem ketenagalistrikan guna mendukung implementasi dan percepatan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan energi terbarukan di Indonesia.
Lebih Sucahyo Agung menegaskan bahwa berbagai praktik baik yang diperoleh selama kunjungan akan menjadi bagian penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan bagi percepatan transisi energi di Indonesia. “Pembelajaran penting dari Tiongkok bukan semata-mata pada kemajuan teknologi energi terbarukan, tetapi pada bagaimana pemerintah mampu mengorkestrasi kebijakan, kelembagaan, investasi, dan inovasi teknologi secara terintegrasi. Dalam konteks Indonesia termasuk Papua Selatan, tantangan transisi energi tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur pembangkit energi baru terbarukan tetapi juga pada kesiapan jaringan transmisi, sistem penyimpanan energi, kepastian investasi, upaya konservasi biodiversitas/keanekaragaman hayati serta sinergi lintas sektor yang selama ini masih perlu diperkuat, termasuk eksistensi dan keberpihakan pada Masyarakat Adat. Kami juga akan menyusun policy brief agar berbagai praktik baik tersebut akan diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang adaptif, realistis, dan implementatif, dengan mempertimbangkan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, khususnya juga di Papua Selatan. Kuncinya adalah kepemimpinan adaptif dan kolaboratif yang mampu menyelaraskan kepentingan multi pihak yakni Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Investor (BUMN/D & dunia usaha), civil society (akademisi, media), dan masyarakat hukum adat yang kami sebut Kolaborasi Hexahelix, sehingga program yang ada termasuk PSN Wanam melalui Program Percepatan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional yang sedang berjalan melalui cetak sawah skala masif, perkebunan tebu, sawit dan peternakan termasuk transisi bioenergi melalui hilirisasi sawit dan tebu menjadi biodiesel B50, bioetanol E20 serta biomassa di dalamnya tidak hanya mempercepat terwujudnya energi baru terbarukan, tetapi juga memperkuat upaya ketahanan pangan, hilirisasi serta sumberdaya air nasional dan menjadi centre of grafity dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru dari gerbang timur NKRI guna resiliensi nasional", pungkasnya.
Delegasi Pejabat Pimpinan Tinggi RI (PKN Tingkat 1 Angkatan 69 LAN RI)
- Tags:
- #Bazar Murah
- #Studi Di Inggris
- -Transportasi Bus ASN
- 120 Tahun Masuknya Injil
- 121 Tahun Injil Merauke
- 1447
- 200 kupon
- 2025–2029
- 32
- 38 Ribu Anak Tidak Sekolah