Silahturahmi ke Jagebob, Wagub Ajak Warga Antar Anak ke Ponpes
Rabu,11 Maret 2026
Merauke - Wakil Gubernur (Wagub) Papua Selatan,Paskalis Imadawa mengajak warga di Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, mengantar anak-anaknya ke Pondok Pensantren (Ponpes)
Ia berpesan kepada warga jagebob agar mengantar anak-anaknya Ponpes, lantaran cikal bakal anak-anak yang menuju Indonesia emas pada 2045 salah satunya ada di Ponpes.
Pesan itu disampaikannya saat silahturahmi sekaligus melakukan Safari Ramadan di Masjid Al Munawaroh,Ponpes Al- Munawaroh, Kampung Mimi Baru,Distrik jagebob, Rabu (11/3/2026).
Paskalis mengingatkan zaman yang kini sudah tak baik, dalam artian ketika orangtua memaksa untuk membina dan mendidik anak-anaknya, pasti gagal.
"Saya rekomendasikan pasti gagal, karena di zaman ini bukan waktunya lagi orangtua membimbing anak. Kini, tempat-tempat yang layak ada di ponpes,"kata Paskalis.
Lantaran, menurut Paskalis, kini orangtua berpikir satu cara, anak-anak sudah berpikir 1.000 cara. Jika orangtua berkehendak anaknya berperilaku dan moralnya baik, maka antarlah ke Ponpes.
"Salah satu anak-anak dari Ponpes ini pasti kedepan bakal menjadi seorang pemimpin dimasa mendatang,"ujar Wagub Paskalis.
Ia meyakini bahwa kedepan anak-anak di Ponpes bakal menjadi anak-anak yang handal. Dia berharap kedepannya anak-anak ini membantu menjawab tantangan di provinsi ini.
Paskalis mengatakan ponpes Al Munaworoh menjadi cikal bakal dan sepercik cahaya untuk Provinsi Papua Selatan.
Santriawan dan satriwati di ponpes ini juga kedepan bakal menjadi sinar untuk keluarga, rekan-rekan dikelas, baik ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan di perguruan tinggi.
Ia menyebut anak-anak di Ponpes bakal dididik dengan baik, bagimana akhlak, budi pekerti, sikap perilaku dan karakter dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Disela-sela sambutan, Wagub Paskalis menjelaskan beberapa makna inti dari melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Menurutnya, ada tiga hal, pertama ibadah puasa adalah saran untuk bertaqwa kepada Allah SWT, menjauji apa yang dilarang, dan melaksanakan apa yang diperintahkan.
"Menjadikan ibadah puasa ini bagimana mendekatkan diri dengan Allah SWT itu sebenarnya ibadah puasa,"kata mantan Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Selatan itu.
Kedua, dalam ibadah puasa yang sebenarnya bukan hanya menahan lapar tetapi menahan sifat duniawi dan manusiawi. Mengendalikan diri hawa nafsu agar kata-kata menyejukkan Allah SWT
Selanjutnya ketiga, melalui puasa ini bagimana merasa empati kepada kaum miskin, duda, janda, dan yatim piatu serta orang-orang yang sudah lanjut usia (lansia).
"Kita harus buka pintu hati dan rumah serta dompet pun harus dibuka membantu orang susah, berbagi kasih, sedekah kepada sesama yang susah,"ujar dia.
Paskalis menegaskan bahwa bagimana membangun rasa solider dan cinta terhadap sesama, ini digariskan dalam ukuah islamiah. Kaum muslim bisa membangun komunikasi dengan orang lain.
Agama islam tak memandang orang, entah kulit hitam ataupun rambut keriting. Cintailah dia, harus melihat manusia, bagimana membangun empati kepada orang lain.
Selain itu, lanjut dia, membangun dan menguatkan tali persaudaraan antar sesama, berupaya menjalin kerjasama yang baik antara ulama dan umara.
"Mari melaksanakan ibadah puasa ini dengan baik, semoga amal ibadah ini dapat membawa berkah bagi kita semua,"kata Wagub Paskalis Imadawa.
Melalui momentum itu, Paskalis juga menyinggung soal kondisi keuangan saat ini dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang kini minim, sehingga sulit membantu lembaga- lembaga keagamaan.
Usai menyampaikan sambutan, Wagub Paskalis Imadawa menyalurkan sembako secara simbolis kepada perwakilan santri dan santriwati yang sudah ditunjuk.
Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan
- Tags:
- -Transportasi Bus ASN
- 120 Tahun Masuknya Injil
- 1447
- 200 kupon
- 2025–2029
- 32
- 5 Pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting
- 8 Aksi Konvergensi
- AMDAL
- APBD Pemprov